Halal Bihalal di SDN 2 Curah Cottok dilaksanakan pada saat hari pertama masuk sekolah

www.sdn2curahcottokkap.sch.id---(30/03), Momen Idul Fitri selalu identik dengan tradisi halal bihalal, di mana umat Islam saling bermaafan dan mempererat hubungan. Halal bihalal menjadi tradisi khas yang tak terpisahkan dan selalu mewarnai momen Idul Fitri di Indonesia. 

Tradisi ini identik dengan silaturahmi, saling memaafkan, dan bersalam-salaman antar keluarga, tetangga, maupun kerabat.
Tujuan dari halal bihalal adalah menjadi momen untuk saling memaafkan, menciptakan keharmonisan, mempererat silaturahmi, dan berbuat
baik. Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Al-Quran Kisah dan Hikmah Kehidupan, menyebut halal bihalal bentuknya memang khas masyarakat Indonesia, tapi hakikatnya adalah hakikat ajaran Islam. Substansi halal bihalal jika dihakikatkan Idul Fitri, sehingga membuat semakin banyak orang yang mengulurkan tangan dan melapangkan dada dengan memaafkan.

Acara halal Bihalal di SDN 2 Curah Cottok dilaksanakan pada saat hari pertama masuk sekolah. yaitu hari Senin, 30 Maret 2026. Acara dibuka pertama kali dengan mengumpulkan siswa di lapangan sekolah. Setelah siswa dikumpulkan di lapangan sekolah, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan sambutan dari Bapak kepala sekolah. setelah pengarahan dan sambutan dari bapak kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan ceramah singkat dari Ibu Kepala Sekolah. Penyampaian ceramah menjadi bagian penting untuk mengingatkan makna kebersamaan dan pentingnya menjaga silaturahmi.

Ceramah dalam halal bihalal bukan hanya sebatas formalitas, melainkan sarana untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman yang membumi dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, pesan- pesan dalam ceramah bisa menjadi pengingat yang kuat tentang pentingnya memaafkan, mempererat ukhuwah, dan menjaga hubungan antarsesama.